SP LAP KP_2015430062

147  Download (0)

Full text

(1)

 Medium Fatty acid Crude Palm Oil

 Inlet 70ᴼC 45ᴼC

Outlet 55ᴼC 55ᴼC

41. Fatty Acids Tempered Water Pump (P850/81AG)

Fungsi : Untuk sirkulasi air melalui  fatty acids cooler  881AG. Brand : SIHI/KSB Tipe : Centrifugal  Seal  : Mechanical  Kapasitas : 120 m3/jam  Head : 15 m  Power : 18 kW Konstruksi material

 Body : Cast iron

Shaft  : SS304

 Impeller : Cast iron

42. Steam Superheater  (849)

Fungsi :  to superheat the deodorizer sparge steam by means of the gas in the chimney from HP  steam boiler.

 Design pressure : 4 barg  Design temperature : 150 ᴼC

Konstruksi material

 Body : SS304

43. Separator For Steam Injection (846E)

Fungsi : Memastikan pembersihan tahap akhir pada  steam  untuk digunakan deodorizer injection

(2)

 Design temperature : 150 ᴼC Konstruksi material

 Body : SS304

44. Ducting From Deodorizer To Packed Column (857A)

Fungsi : Menghubungkan deodorizer terhadap  packed column.

Konstruksi material : SS304

45. Steam Pressure Steam Heater  (890H)

Fungsi : Secara otomatis menghasilkan tekanan steam yang tinggi di dalam aliran tertutup dengan pengembalian kondensat secara alami

Merk : GEKA/Garionior equivalent 

Kapasitas : 3.600.000 Kcal/hr

Tekanan Operasi : 95 barg

46. Vacuum Production Unit  (841A)

Fungsi : Untuk membuang gas yang tidak

terkondensasi dari kondensor .

Merk : Corting

Tipe : 4 stages

 Body : Besi ringan

47. Vacuum Pump (P841X)

Fungsi : Standby untuk memompa ke stage terakhir.

Merk : SIHI/Robuschi

Tipe : Liquid ring

Power : 11 Kw

(3)

Fungsi : Tanki buffer untuk air panas, untuk membilas dan melelehkan permukaan kondensor.

Merk : SIHI/KSBor equivalent 

Kapasitas : 21 m3

Tekanan desain : 0 barg

Suhu desain : 150 °C

49. Hot Water Circulation Pump (P878IC-R)

Fungsi : Mengalirkan kembali air dari tangki air  panas ke kondensor.

Merk : SIHI/KSBor equivalent 

Tipe : Centrifugal

Kapasitas : 35 m3/jam

Tinggi : 45 M

 Power  : 15 Kw

50. Plate Heat Exchanger  (821IC)

Fungsi : Untuk memanaskan lemak cair dari tangki air panas dengan LP steam loop tertutup.

Merk : GEA/Alfa-Laval/Schimdt or equivalent 

Tipe : Plate

51. Condensate pump (P832IC)

Fungsi : Memompa lemak hasil kondensat dari atas tangki ke aliran.

Merk : SIHI/KSB or equivalent

Tipe : Centrifugal

Seal  : Mechanical 

(4)

Power : 5.5 Kw

52. Barometric Leg Discharge Tank  (832B)

Fungsi : Mengumpulkan air dari permukaan kondensorbleachingdan deodorizingsebelum dipompakan ke aliran.

Kapasitas : 5 m3

Desain tekanan : 0 barg

Suhu desain : 100 °C

53. Barometric Water Pump  (P832B)

Fungsi : Untuk memompakan air ke aliran. Brand : SIHI/KSBor equivalent 

Tipe : Sentrifugal

Seal : Mechanical 

Kapasitas : 10 m3/jam

Tinggi : 30 M

 Power  : 20 Kw

54. Ammonia Chiller C/W Evaporative Condenser  (811)

Fungsi : Untuk membantu pompa vakum agar tidak memerlukan booster yang lebih besar.

 Brand  : York

Kapasitas : ±750 KW

55. Clean Cooling Tower for Refinery (5613C)

Fungsi : untuk mendinginkan air sirkulasi melalui heat exchangers  dari plant refinery, sistem vakum, dan kondensorchiller .

Kapasitas : 1.500 m3/jam

Wet bulb : 28 °C

Suhu air panas : 32 °C Suhu air dingin : 40 °C

(5)

56. Cooling Tower Circulations Pumps for Process (P5613C1/2/3)

Fungsi : Membawa air dari cooling tower dan mengalirkannya ke permukaan heat exchanger .

Merk : SIHI/KSBor equivalent

Tipe : Centrifugal Seal  : Mechanical  Kapasitas : 300 m3/jam Tinggi : 40 M  Power  : 70 Kw 57. Air Compressor  (866/7)

Fungsi : menerima udara dari cooling water dan sebagai pengering.

Merk : Atlas Copco/Ingersoll rand Kapasitas : 400 NM3/jam

Udara masuk : 15 M

Tekanan Masuk : 10 bar

58. Condensate Recovery System With Vented Automatic Pump (846) Merk : Spirax Sarcoor equivalent 

Kapasitas : 5 m3/jam

Materal konstruksi : Besi ringan

59. Buffer Tank/ Homogenizer  (F1001A)

Fungsi : tempat pemanasan kembali RBDPO agar  bentuknya menjadi homogen.

Kapasitas : 100 ton

Tekanan desain : 0 barg

(6)

60. Oil Transfer Pump (PF1001A/1/2)

Fungsi : membawa minyak dari tanki penyimpanan ke dalamcrystallizer .

Merk : SIHI/KSBor equivalent 

Tipe : Centrifugal

Seal  : Mechanical 

Kapasitas : 160 m3/jam

Tinggi : 35 M

 Power  : 22 KW

61. Heating System (F1021A)

Fungsi : Untuk memanaskan minyak masuk ke dalam crystallizer .

Merk : GEA/Alfa-Laval/Schimdt or equivalent 

Tipe : Plate

62. Tritiaux Crystallizers of 60 Tons –  Fins Type (F1002A)

Fungsi : Untuk proses kristalisasi RBDPO untuk mendapatkan Kristal stearin agar bisa dipisahkan dengan olein.

Kapasitas : 60 ton

Cooling surface : 5 m2/ton

 Motor power  : 8 KW

Tekanan desain : 0 barg

Suhu desain : 100 °C

63. Crystallizer Tempered Water Pumps and Set of control  (PF1050/02A) Fungsi : untuk mengontrol secara mekanis operasi

 pemanasan dan pendinginan dalam satu crystallizer .

Merk : SIHIor equivalent 

(7)

Kapasitas : 150 m3/jam

Tinggi : 12 M

Power : 11 KW

Tipe seal : Mechanical 

64. Filter Feed Pump (PF1016A/1/2)

Fungsi : Untuk mengirimkan minyak dari

crystallizer ke dalam penyaringan.

Merk : NETZSCH`

Tipe : Mono

Tipe seal : Mechanical  Kapasitas : 200 m3/jam

Tinggi : 40 M

 Power  : 32 KW

65. Filter Press(F1016A/1/2)

Fungsi : Untuk memisahkan olein dengan stearin dengan cara mengalirkan RBDPO dari crystallizer   dan menahan stearin pada cloth lalu mengalirkan olein ke dalam tank.

Merk : Netzsch/Hoesch or equivalent  Volume Filtrate : App. 15.000 liter

Ukuran : 2.000 x 2.000

TekananSqueezing  : 15 barg Kedalaman ruang : 40 mm

66. Olein Tank  (F1082B1/2)

Fungsi : Menerima hasil penyaringan olein.

Kapasitas : 30 m3

Tekanan desain : 0 barg

(8)

67. Olein Pump (PF1082B)

Fungsi : Untuk memompa keluaran olein dari homogenizing , filter press untuk dialirkan ke  storage.

Merk : SIHI/KSBor equivalent 

Tipe : Centrifugal

Seal : Mechanical 

Kapasitas : 125 m3/jam

Tinggi : 35 M

 Power  : 11 KW

68. Stearin Melting Tank(F1082ST/1/2)

Fungsi : Mengumpulkan cake stearin daricloth filter  press.

Kapasitas : 45 m3

Tekanan desain : 0 barg

Suhu desain : 100 °C

69. Stearin Pump (PF1082ST1/2/3)

Fungsi : Untuk memompa stearin cair ke dalam  penyimpanan.

Merk : SIHI/KSBor equivalent 

Tipe : Centrifugal Seal  : Mechanical  Kapasitas : 113 m3/jam Tinggi : 30 M  Power  : 18.5 Kw 70. Stearin Heater  (F1021ST1/2)

Fungsi : untuk tetap menghangatkan stearin dalam tekanan yang rendah untuk di alirkan ke  penyimpanan.

(9)

Merk : GEA/Alfa-Laval/Schimdt or equivalent 

Tipe : Plate

71. Filter Overflow Tank  (F1046/82OV)

Fungsi : Menerima minyak ketika proses

 pengeringan untuk mengalirkan kembali minyak yang tidak tersaring.

Kapasitas : 2 m3

Tekanan desain : 0 barg

Suhu desain : 100 °C

72. Filter Overflow Recirculating Pump (PF1046/82OV)

Fungsi : Untuk mengalirkan kembali minyak dari filter ke dalam feed tank .

Merk : SIHI/KSBor equivalent 

Tipe : Centrifugal

Seal  : Mechanical 

Kapasitas : 10 m3/jam

 Power  : 3 KW

73. Water Chiller  (F1011-12-13)

Fungsi : Untuk mendinginkan air untuk suhu proses.

Merk : Trane/Hitachi/Carrier

Kapasitas : Approx. 1.375 KW

Tipe : Rotary screw

74. Cold/Chiller Water Tank  (F1078B/C)

Fungsi :

Part A : Untuk mengumpulkan air dingin yang mengalir dari crystallizer  dan mengalirkan kembali melalui unit pendingin.

(10)

Kapasitas : 35 m3 Tekanan desain : 0 barg

Suhu desain : 100 °C

 Body : Besi ringan

75. Cold Water Pump (PF1078B/1/2)

Fungsi : Untuk memompa air dingin melalui unit  pendingin ke dalam tangki air dingin.

Merk : Grundfos/SIHIor equivalent 

Tipe : Centrifugal

Seal  : Mechanical 

Kapasitas : 170 m3/jam

Tinggi : 25 M

 Power  : 18,5 Kw

76. Chilled Water Pump (PF1078C/1/2)

Fungsi : Untuk memompa air dingin ke dalam crystallizer .

Merk : Grundfos/SIHIor equivalent 

Tipe : Centrifugal

Kapasitas : 200 m3/jam

Tinggi : 25 M

 Power  : 30 KW

77. Hot Water Tank  (F1078D)

Fungsi : Menampung air panas.

Kapasitas : 10 m3

Tekanan desain : 0 barg

78. Hot Water Pump (PF1078D)

Fungsi : Untuk memompa air panas ke dalam crystallizer .

(11)

Merk : Grundfos/SIHIor equivalent  Tipe : Centrifugal Seal  : Mechanical  Kapasitas : 65 m3/jam Tinggi : 25 M Power : 7,5 Kw 3.4.Utilitas Pabrik

Kegiatan operasional yang dilakukan oleh PT GHN., baik kegiatan produksi, maupun kegiatan non-produksi, memerlukan sarana pendukung berupa listrik, air, dan steam. Kegiatan produksi yang dilakukan, seperti pada Refinery plant   dan  Fractionation plant   menggunakan listrik sebagai sumber penggerak mesin dan

sumber energi instrumen. Sementara itu, kegiatan produksi memerlukan air sebagai bahan baku produksi, media pelarut, dan media pendingin maupun  pemanas, sedangkan steam digunakan sebagai media pemanas. Pada kegiatan non- produksi, listrik juga diperlukan untuk penerangan dan tenaga peralatan listrik

serta air untuk sanitasi dan safety area perusahaan.

Untuk memenuhi kebutuhan operasional, baik kegiatan produksi, maupun nonproduksi, diperlukan suatu unit yang bertugas mempersiapkan, memproduksi, dan mendistribusikan pendukung berupa listrik, air, dan steam sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang diperlukan oleh masing-masing pihak. Unit yang  bertanggung jawab dalam hal tersebut di PT GHN adalahunit Utility.

Utilitas merupakan sarana penunjang dari suatu proses utama yang ada dalam suatu pabrik. Oleh karena itu utilitas memegang peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan operasi dan proses. Kegiatan produksi PT GHN unit Marunda membutuhkan bantuan berupa supply  air bersih, steam, listrik, udara bertekanan, dan air dingin (chilled water ). Bagian produksi tidak dapat memproduksi bahan- bahan penunjang tersebut sendiri sehingga diperlukan unit tersendiri yang

memproduksi bahan penunjang tersebut yaituutility unit . Bagianutility unit  terdiri atas water treatment process  (WTP), boiler ,  generator set   (genset), air

(12)

1. WTP merupakan unit yang bertugas untuk proses pengolahan air.

2. WWTP merupakan unit yang bertugas untuk proses pengolahan air limbah.

3.  Boiler  merupakan unit yang bertugas untuk menghasilkan steam.

4. Generator set   (Genset) merupakan unit yang bertugas untuk mensuplai listrik cadangan.

3.4.1. Sarana Energi Listrik

PT. Global Hope Nusantara memiliki 5 buah genset dengan kapasitas 4 x 2.000 KVa dan 1 x 500 KVa. Genset merupakan plant   penghasil tenaga listrik yang digunakan untuk proses produksi, plant pendukung produksi, office  serta  perumahan karyawan. Ada 4 (empat) buah genset 2.000 KVa digunakan jika  proses produksi berlangsung dan 1 buah genset 500 KVa ditambah 1 buah genset 2.000 KVa digunakan jika proses berhenti (stop produksi). Disamping itu, PT. Golden Hope Nusantara juga memiliki sumber listrik dari PT. PLN namun hanya digunakan sebagai keperluan karyawan saja dengan kapasitas 105.000 VA. Untuk operasional genset tersebut, PT. Golden Hope Nusantara memerlukan BBM  berupa solar sebanyak 600 ton/bulan, MFO 600 ton/bulan, dan pelumas 1.500

liter/bulan.

Tabel 3.1 Spesifikasi electric balance  Electric Balance  Produce 5.440 Kwh Consumption P10 (refinery) 594.87 P11 ( fractionation) 272  Desalination 300  Indoor Lighting 50 Outdoor Lighting 17  Export Pump House 325

(13)

General Office General Office 7777 P. P. Area Area 37.3337.33 Unloading Shed Unloading Shed 22  Fire Fighting  Fire Fighting 16.7516.75  Boiler House  Boiler House 5252  Fuel House  Fuel House 1.251.25  Agitator (tank farm)

 Agitator (tank farm) 33.16733.167

WWTP 50 WWTP 50 Sum Sum 1828.3671828.367 2285.45875 2285.45875 3.4.2.

3.4.2. Sarana AirSarana Air

PT Golden Hope Nusantara membutuhkan sarana air, selain untuk PT Golden Hope Nusantara membutuhkan sarana air, selain untuk membantu proses produksi, sarana air juga dibutuhkan untuk mencukupi pasokan membantu proses produksi, sarana air juga dibutuhkan untuk mencukupi pasokan air di area PT Golden Hope Nusantara. Untuk air minum, air sehari-hari, dan juga air di area PT Golden Hope Nusantara. Untuk air minum, air sehari-hari, dan juga air yang digunakan untuk

air yang digunakan untukboiler.boiler. Oleh karena itu maka diperlukan unit pengolahanOleh karena itu maka diperlukan unit pengolahan air untuk mencukupi kebutuhan pasokan air untuk kelancaran proses produksi air untuk mencukupi kebutuhan pasokan air untuk kelancaran proses produksi yaitu dengan adanya plant WTP (

yaitu dengan adanya plant WTP (water treatment plant water treatment plant ).).

Air yang digunakan pada plant WTP adalah berasal dari laut dan Air yang digunakan pada plant WTP adalah berasal dari laut dan dimurnikan dengan cara desalinasi. Salinasi adalah tingkat keasinan atau kadar dimurnikan dengan cara desalinasi. Salinasi adalah tingkat keasinan atau kadar garam yang terlarut dalam air. Sumber air yang digunakan dalam kebutuhan garam yang terlarut dalam air. Sumber air yang digunakan dalam kebutuhan  proses

 proses produksi produksi adalah adalah air air laut, laut, adapun adapun kandungan kandungan mineral mineral air air laut laut secara secara umumumum adalah air tawar ≤0.05%, air payau 0.05%

adalah air tawar ≤0.05%, air payau 0.05% - 3%, air salin 3% - 5%, dan brine >- 3%, air salin 3% - 5%, dan brine > 5%. Air dari laut akan dipompakan masuk ke dalam DAF (

5%. Air dari laut akan dipompakan masuk ke dalam DAF (dissolve air floatationdissolve air floatation)) tank yang mana di dalam tanki ini air akan ditambahkan 4 senyawa yaitu

(14)

cepat agar kotoran-kotoran dalam air dapat tercampur oleh koagulan sehingga cepat agar kotoran-kotoran dalam air dapat tercampur oleh koagulan sehingga terbentuk flok-flok yang dengan aliran

terbentuk flok-flok yang dengan aliranoverflowoverflow akan terpisah dari air yang murni. akan terpisah dari air yang murni. Lalu dari DAF

Lalu dari DAF tank tank , air akan dialirkan ke dalam ARKAL yang merupakan alat, air akan dialirkan ke dalam ARKAL yang merupakan alat  penyaringan

 penyaringan dengan dengan ukuran ukuran 400 400 sampai sampai 2020 micronmicron. Pada ARKAL ini air akan. Pada ARKAL ini air akan melalui

melalui pre-filtration pre-filtration sebelum disaring kembali oleh MF, UF dan sebelum disaring kembali oleh MF, UF dan membranemembrane RO. RO. Besi, mangan, dan sulfida dihilangkan dengan menggunakan media selanjutnya. Besi, mangan, dan sulfida dihilangkan dengan menggunakan media selanjutnya. Setelah melewati ARKAL, air akan dialirkan kedalam UF (

Setelah melewati ARKAL, air akan dialirkan kedalam UF (ultra filtrationultra filtration) dengan) dengan ditambahkan zat-zat kimia yaitu H

ditambahkan zat-zat kimia yaitu H₂₂SOSO₄₄  yang berfungsi sebagai  yang berfungsi sebagai biofouling biofouling   yaitu  yaitu  pertumbuhan

 pertumbuhan lumut lumut pada pada membran, membran, juga juga dilakukan dilakukan penambahan penambahan NaOH NaOH untukuntuk menetralkan PH, dan juga penambahan NaOCL desinfektan. Fungsi UF juga menetralkan PH, dan juga penambahan NaOCL desinfektan. Fungsi UF juga untuk menghilangkan kotoran, virus, dan mikroorganisme. Setelah melewati UF, untuk menghilangkan kotoran, virus, dan mikroorganisme. Setelah melewati UF, air akan dialirkan kedalam SWRO (

air akan dialirkan kedalam SWRO ( sea  sea water water reverse reverse osmosisosmosis) yang merupakan) yang merupakan  penyaring

 penyaring yang yang terdiri terdiri dari dari 84 84 membran membran dalam dalam 1212 housing housing . Dalam SWRO. Dalam SWRO ditambahkan tekanan pada air agar dapat tersaring oleh membran, sedangkan air ditambahkan tekanan pada air agar dapat tersaring oleh membran, sedangkan air yang tidak melewati

yang tidak melewati semipermeable semipermeable  membran akan dialirkan kembali ke  membran akan dialirkan kembali ke plant  plant  WWTP. Air yang telah melewati SWRO akan dialirkan kembali untuk dilakukan WWTP. Air yang telah melewati SWRO akan dialirkan kembali untuk dilakukan  penyaringan

 penyaringan dengan dengan BWRO BWRO ((brisckish water reverse osmosisbrisckish water reverse osmosis) yang mana hasil) yang mana hasil  penyaringannya

 penyaringannya akan diaakan dialirkan klirkan ke tane tangki pengki penampungan ampungan dan juga dan juga untuk untuk kebutuhankebutuhan lain. Berikut parameter air yang dihasilkan di

lain. Berikut parameter air yang dihasilkan diWater Treatment Plant Water Treatment Plant  : : Parameter Fisika

Parameter Fisika

Tabel 3.2 Parameter Fisika Air Hasil Desalinasi Tabel 3.2 Parameter Fisika Air Hasil Desalinasi  No

 No  Parameters  Parameters Unit Unit Regulatory LimitRegulatory Limit 1

1 Odor (Insitu)Odor (Insitu) -- OdorlessOdorless 2

2 TurbidityTurbidity  NTU  NTU 55 3

3 TasteTaste -- TastelessTasteless 4

4 TermperatureTermperature °C °C ±3±3

5 5

Total Dissolve Solids Total Dissolve Solids (TDS) (TDS) mg/L mg/L 500500 6 6 ColorColor Pt-Co 15 Co 15

(15)

Parameter Kimia Parameter Kimia

Tabel 3.3 Parameter Kimia Air Hasil Desalinasi Tabel 3.3 Parameter Kimia Air Hasil Desalinasi  No

 No  Parameters  Parameters Unit Unit Regulatory LimitRegulatory Limit 1 A

1 Alumunium lumunium (Al) (Al) mg/L mg/L 0.20.2 2

2 Ammoniac (NHAmmoniac (NH₃₃)) mg/L 1.5mg/L 1.5 3

3 Arsenic Arsenic (As) (As) mg/L mg/L 0.010.01 4

4 Flouride Flouride (F) (F) mg/L mg/L 1.51.5 5

5 Iron Iron (Fe) (Fe) mg/L mg/L 0.30.3 6 6 Cadmium Cadmium (Cd) (Cd) mg/L mg/L 0.0030.003 7 7 Total Hardness Total Hardness (CaCO (CaCO₃₃)) mg/L 500mg/L 500 8 8 Mangan Mangan (Mn) (Mn) mg/L mg/L 0.40.4 9 9 Chloride (Cl‾)Chloride (Cl‾) mg/L mg/L 250250 10

10  Nitrite (NO Nitrite (NO₂₂-N)-N) mg/L 3mg/L 3 11

11  Nitrate (NO Nitrate (NO₃₃-N)-N) mg/L 50mg/L 50 12

12 PH PH (Insitu) (Insitu) - - 6.5 6.5 - - 8.58.5 13

13 Selenium Selenium (Se) (Se) mg/L mg/L 0.010.01 14

14 Cianida Cianida (CN) (CN) mg/L mg/L 0.070.07 15

15 Zinc Zinc (Zn) (Zn) mg/L mg/L 33 16

16 Sulfat (SOSulfat (SO₄₄²)²) mg/L 250mg/L 250 17

17 Copper Copper (Cu) (Cu) mg/L mg/L 22 18

18 Total Total Chrom Chrom (Cr) (Cr) mg/L mg/L 0.050.05

Parameter Mikrobiologi Parameter Mikrobiologi

Tabel 3.4 Parameter Mikrobiologi Air Hasil Desalinasi Tabel 3.4 Parameter Mikrobiologi Air Hasil Desalinasi  No

 No  Parameters  Parameters Unit Unit Regulatory LimitRegulatory Limit 1

1 E.Coli E.Coli MPN/100ML MPN/100ML 00 2

(16)

3.4.3. Sarana Steam

PT Golden Hope Nusantara memerlukan sarana pendukung berupa panas untuk menghasilkan produk-produknya, seperti yang digunakan pada  plant  refinery  dan fraksinasi. Steam  digunakan untuk memanaskan raw material , dan  produk jadi. Panas tersebut dihasilkan oleh unit boiler yang menggunakan air desalinasi sebagai raw material   untuk menghasilkan steam. Bahan bakar yang digunakanboiler adalah fuel oil.

 Boiler   merupakan alat yang menghasilkan steam  bertekanan dengan cara menguapkan air. PT Golden Hope Nusantara menggunakan steam  antara lain untuk memanaskan minyak dalam tanki, medium pertukaran panas pada heat exchanger  dan sparging steam. Secara umum boiler  dibagi menjadi 2 jenis, yaitu boiler pipa api dan boiler pipa air. Pada boiler   pipa api, panas hasil pembakaran  berada dalam pipa dan air berada di luar pipa. Padaboiler  pipa air, air yang akan diuapkan berada di dalam pipa dan panas hasil pembakaran berada di luar pipa. Bahan bakar yang biasa digunakan pada boiler   antara lain batu bara, minyak  bumi, gas bumi dan cangkang kernel. Boiler   yang digunakan pada PT. Golden Hope Nusantara merupakan boiler pipa api berbahan bakar MFO. Panas dari  pembakaaran MFO digunakan untuk menguapkan air yang terdapat padaboiler 

sehingga menghasilkan steam.

Air yang digunakan untuk memproduksi steam pada boiler merupakan air desalinasi. Air desalinasi yang berasal dari WTP akan ditransfer menujudeaerator tank. Air desalinasi kemudian dipanaskan hingga suhu 95-1030C menggunakan  steam  bertekanan 3 bar  yang dihasilkan oleh boiler.  Proses ini bertujuan mengurangi oksigen terlarut dan mempercepat proses pembentukan steam saat  pemanasan di dalamboiler .

Oksigen yang terlarut dalam air desalinasi dapat menyebabkan korosi pada  jalur perpipaan danboiler. Selain dengan pemanasan, proses deaerasi juga dibantu dengan penambahan oxygen scavenger, anti scalant   dan alkalinity booster   untuk mengatur pH air . Oxygen scavenger berfungsi sebagai penjerap oksigen terlarut  pada air desalinasi. Anti scalant berfungsi sebagai anti karat yang mengikat atau mendispersikan ion-ion seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg) dan besi (Fe) agar

(17)

tidak menempel pada dinding pipaboiler . Sedangkanalkalinity booster digunakan untuk menjaga pH air pada 10.5 hingga 11.5 dan membantu proses pengendapan Ca dan Mg. Adapun parameter kualitas air dan steam  pada  boiler   dapat dilihat  pada tabel 3.5 sebagai berikut:

Tabel 3.5 Parameter Kualitas Air danSteamPada Boiler 

Parameter  Boiler water Steam

 pH 10,5-11,5 6.5-8

TDS (ppm) 2000 max 25 max

Conductivity 3000 µs 50 max

Hydrate alkalinity(ppm) 2,5 x SiO2min

-Total alkalinity(ppm) 700 max

-Iron (as Fe) (ppm) 2 max

-Phosphate residual (ppm) 30-70

-Silica (as SiO2 ) (ppm) 150 max 5 max

Sulphite Residual (ppm) 30-50 30-50

Sumber: Data PT.Golden Hope Nusantara (2018)

Air dari deaerator tank akan dialirkan menuju boiler   menggunakan High  Pressure Pump (multi stage pump). Di dalam boiler, air diuapkan menggunakan  panas yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara hingga menjadi steam  pada tekanan ±14 bar. Apabila tekanan steam  yang dihasilkan melebihi setting ,  safety valve  akan terbuka dan membuang steam  ke atmosfer sehingga tekanan di dalam boiler berkurang. Steamyang dihasilkan oleh boiler  akan ditransfer menuju header untuk ditampung sementara sebelum dialirkan menuju plant  dan deaerator tank.  Kondensat yang terbentuk akan ditampung oleh steam trap. Sementara itu, air dalam boiler yang tidak menjadi  steam akan dikeluarkan melalui proses blowdown. Air yang tidak menjadi steam akan menjadi pekat karena bahan-bahan kimia yang ditambahkan pada air tersebut. Air tersebut harus dikeluarkan agar tidak mengeras dalam boiler . Proses blowdown dilakukan dengan membukavalve  pada bagian dasarboiler . Proses blowdown biasanya dilakukan setiap 15-20 menit

(18)

3.5.Sistem Pengendalian Mutu

secara garis besar, pengendalian mutu dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Pengendalian mutu bahan baku.

 b. Pengendalian dalam proses pengolahan (work in process). c. Pengendalian mutu produk.

Tujuan pokok dari pengendalian mutu adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana proses dan hasil produk yang dibuat sesuai dengan standar yang ditetapkan  perusahaan. Dalam pengendalian mutu ini, semua kondisi barang diperiksa  berdasarkan standar yang ditetapkan. Bila terdapat penyimpangan dari standar dicatat untuk dianalisis. Hasil analisis pengendalian mutu tersebut digunakan untuk dijadikan pedoman atau perbaikan sistem kerja, sehingga produk yang  bersangkutan sesuai dengan standar yang ditentukan. Pelaksanaan pengawasan

mutu dan kegiatan produksi harus dilaksanakan secara terus menerus untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyimpangan dari rencana standar agar dapat dengan segera diperbaiki. (Prawirosentono, 2004)

3.5.1. Sistem Pengendalian Proses

Proses produksi di PT GHN merupakan susunan/rangkaian berbagai unit  pengolahan yang terintegrasi satu sama lain secara sistematik. Tujuan  pengoperasian pabrik kimia secara keseluruhan adalah mengubah atau mengkonversi bahan baku menjadi produk yang lebih bernilai. Dalam  pengoperasiannya pabrik akan selalu mengalami gangguan dari lingkungan

eksternal. Selama beroperasi, pabrik harus terus mempertimbangkan aspek keteknikan, keekonomisan, dan kondisi sosial agar tidak terlalu signifikan terpengaruh oleh perubahan-perubahan eksternal tersebut.

Diperlukan pengawasan (monitoring ) yang terus menerus terhdap operasi  pabrik kimia dan intervensi dari luar (eksternal intervention) untuk mencapai tujuan operasi. Hal ini dapat terlaksana melalui suatu rangkaian peralatan (alat ukur, pengendali dan komputer) dan intervensi manusia ( plant managers, plant operators) yang secara bersama membentukcontrol system. Dalam pengoperasian

(19)

 pabrik diperlukan usaha-usaha pemantauan terhadap kondisi operasi pabrik dan  pengendalian proses supaya kondisi operasinya stabil.

3.5.2. Laboratorium

Laboratorium di PT. GHN memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas produk. Kegiatannya adalah mengontrol setiap alur proses produksi dari  bahan baku, produk setengah jadi, produk jadi dan produk akhir. Laboratorium

PT. GHN terdiri dari beberapa unit atau bagian, diantaranya: 1. Laboratorium proses

Tugas unit ini adalah mengontrol kualitas setiaap laju produksi yang meliputi:

a.  Raw Material Incoming

 Raw material   CPO, dari mobil tangker ataupun dari kapal sebelum diterima harus diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan kualitasnya sesuai spesifikasi atau tidak.

 b. Proses

Pada saat proses produksi pada titik-titik tertentu diperlukan adanya pengendalian kualitas dan juga merupakan tanggung  jawab laboratorium proses. Kegiatannya meliputi:

  Plant refinery

Sampel berupa RBDPO dan BPO dikontrol 1 jam sekali, PFAD dikontrol 4 jam sekali, dan CPO dikontrol setiap kali  penarikan dari tanki baru.

 Plant fraksinasi

Plant fraksinasi menggunakan system batch, kontrol kualitas dilakukan tiap batchnya dari RBDPO yang masuk, proses kristalisasi dan produknya berupa stearin dan olein.

  Boiler

Air boiler   dikontrol setiap 4 jam sekali sehari, hali ini  bertujuan untuk menjaga efisiensi dari mesin boiler   agar

(20)

Setiap produk yang dikirim ke pelanggan dilakukan  pengecekan kualitasnya setiap mobil untuk memastikan

spesifikasinya sesuai.

2. Laboratorium Utama ( Main Lab)

Kegiatan-kegiatan yang ada di laboratorium utama antara lain: a. QC line

Bertugas untuk mengontrol jalannya proses finish produk  Marsho  dan  Filling . Diantaranya mengecek bobot, tanggal  produksi dan tanggal kadaluarsa serta kemasan yang

digunakan di produk jadi apakah sesuai dengan TDS atau tidak.

b. Storage tank

Merupakan analisa bahan baku maupun produk yang telah dimasukkan kedalam tangki penyimpanan (Storage tank ). Unit ini melakukan pengecekan kualitas setiap hari di semua tangki  penyimpanan.

c. Instrumentasi

Unit ini melakukan analisa yang menggunakan instrument seperti spektrofotometer, dan FT NIR. Laboratorium ini lebih  berkaitan dengan analisa yang dilakukan secara berkala seperti analisa logam pada minyak. Untuk analisa rutinnya unit ini melakukan analisa dari sampel rutin.

Parameter-parameter yang menggunakan instrumen antara lain:

o DOBI

DOBI atau Deterioration of bleachability index adalah salah satu indikator pencapaian kualitas CPO. Nilai dari Dobi menunjukkan kemampuan dari minyak untuk dipucatkan oleh bentonit . analisa ini dilakukan dengan instrumen spektrofotometer.

(21)

 Anisidine value  merupakan tingkat oksidasi kedua setelah  peroxide value. Analisa ini menggunakan spektrofotometer.

o Beta Karoten

Beta karoten adalah salah satu zat anti oksidan alami yang terdapat pada CPO. Analisa beta karoten dilakukan dengan instrumen spektrofotometer.

o Phosphor

Analisa phosphor ini untuk mengetahui kadar phosphor yang dihasilkan dari proses (penambahan asam  phosphat). Analisa ini menggunakan instrumen

spektrofotometer.

Parameter-parameter yang rutin dilakukan untuk pengujian di laboratorium antara lain:

a. Color

Analisa color   dilakukan untuk menguji warna pada minyak menggunakan alatlovibond Tintometer .

b.  Free Fatty Acid

Analisa FFA dilakukan untuk menguji kadar asam lemak bebas yang terdapat pada minyak. Analisa ini dilakukan dengan titrasi asam basa dengan titran NaOH.

c.  Peroxide Value

Analisa PV dilakukan untuk mengetahui oksidasi tahap  pertama pada minyak (harga PV adalah jumlah indeks lemak yang telah teroksidasi). Analisa ini dilakukan dengan titrasi iodometri.

d.  Iodine Value

 Iodine value  adalah jumlah ikatan rangkap dua pada lemak, yang menunjukan derajat ketidak jenuhan suatu lemak. Harga IV yang tinggi menunjukan ketidak jenuhan yang tinggi. Ini dapat juga digunakan sebagai indikator wujud lemak. IV tinggi

(22)

menunjukan lemak yang umumnya cair, dan sebaliknya. Analisa ini dilakukan dengan metoda iodometri.

e.  Moisture

Untuk mengetahui kadar air yang terdapat dalam minyak. Analisa ini dapat menggunakan alat Karl Fisher  dan Hot Plate (Gravimetri).

 f. Cloud Point

Cloud Point  atau titik keruh adalah suhu dimana minyak mulai menjadi jenuh sebagai hasil kristalisasi menurut pengaturan  pendinginan. Titik keruh berkaitan dengan tak jenuhnya suatu

minyak.

 g.  Melting Point

 Melting point  atau titik leleh adalah suhu dimana suatu sampel lemak mengubah keadaan dari padat ke cair.

h. Salt content

Analisa ini untuk mengetahui kadar garam margarine. Analisa ini dilakukan dengan metoda Argentometri.

i.  pH

Analisa ini menggunakan sebuah alat yang disebut pH meter untuk mengetahui derajat keasaman sampel air.

 j. Total Alkalinity

Merupakan konsentrasi total dari basa yang terkandung dalam air yang dinyatakan dalam ppm setara dengan kalsium karbonat. Analisa ini dilakukan dengan titrasi asam basa sebagai titrannya adalah asam sulfat.

k. PP Alkalinity

PP alkalinity adalah jumlah kapasitas suatu air yang diperlukan untuk menetralkan suatu basa. Analisa ini dilakukan dengan titrasi asam basa sebagai titrannya adalah asam sulfat.

l.  Hardness

 Hardness  atau kesadahan merupakan salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air. Kesadahan terutama disebabkan oleh

(23)

keberadaan ion-ion kalsium dan magnesium di dalam air. Analisa ini dilakukan dengan titrasi komplek sometri menggunakan larutan EDTA sebagai titrannya.

m. Conductivity

Conductivity  adalah sering disebut juga daya hantar listrik (DHL) yaitu gambaran numeric  dari kemampuan air untuk meneruskan listrik. Analisa ini menggunakan alat Conductometer .

n. TDS

Total Dissolved Solids  atau TDS adalah benda padat yang terlarut yaitu semua mineral, garam, serta kation-anion yang terlarut di air. Analisa ini dilakukan dengan menggunakan TDS meter.

3.5.3. Pemilahan dan Pengemasan Produk

Produk yang dihasilkan oleh PT. Golden Hope Nusantara dijual dalam skala industri dengan menggunakan kapal dengan kapasitas 1.500 ton sampai dengan 20.000 ton. Berikut ini spesifikasi bahan baku dan produk yang ada di PT. GHN :

Tabel 3.6 Spesifikasi Bahan Baku Crude Palm Oil

Crude Oil A B

IV 52,5-53,5 51,5 min

FFA 3,5 % max 4,5 % max

DOBI 2,5 min 2,3 min

M&I 0,25 % max 0,25 % max

PV 2,5 max 4,0 max

AnV 5,0 max 5,0 max

(24)

Tabel 3.7 Data Spesifikasi Refined Bleached Deodorized Palm Oil  Internal

RBDPO A B C D

IV 52,0 min 52,0 min 51,0 min 51,0 min FFA 0,05% max 0,05%

max

0,1% max 0,1 % max

Color 1,5 R max 2,0 R max 2,5 R max 3,0 R max PV 1,0 max 1,0 max 1,0 max 2,0 max M&I 0,1% max 0,1% max 0,1% max 0,1% max

Sumber: Data spesifikasi internal PT. GHN (2018).

3.6.Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja

Kondisi darurat membutuhkan kesiapan karyawan yang tahu siapa berbuat apa. Ini bukan merupakan suatu kondisi yang diketahui setiap orang sebagaimana  pekerjaan rutin mereka, sehingga sering kali orang tidak tahu harus berbuat apa. Suatu jalur Komando harus ditetapkan sehingga wewenang diberikan dan diterima oleh setiap orang. Setelah itu, struktur kerja tersebut dibiasakan kepada para karyawan dengan cara pelatihan/simulasi. Hanya dengan melakukan latihan terus-menerus akan memuluskan peran dan tanggung jawab setiap orang. Juga bagi karyawan lain yang mendapatkan wewenang/tanggung jawab apapun dapat menjalankan perannya.

Keadaan darurat dibatasi oleh terjadinya: - Kebakaran

- Ledakan

- Tumpahan/bocoran B3 atau Limbah B3, dan tumpahan Crude Palm Oil (CPO)

- Dan keadaan darurat lainnya.

Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja bertujuan untuk meningkatkan kesiagaan karyawan jika terjadi keadaan darurat di area PT. Golden Hope Nusantara pada setiap kejadian yang tidak diduga atau dikehendaki yang mana meliputi kecelakaan, cedera, penyakit, dan keadaan darurat.

(25)

a. Untuk meningkatkan respon setiap kejadian, kecelakaan, cedera, dan  penyakit di tempat kerja.

 b. Untuk memandu metode yang paling efektif dalam menangani setiap insiden, kecelakaan , cedera, dan penyakit.

c. Mengurangi potensi bahaya dan risiko untuk karyawan dan potensi kerusakan properti atau peralatan

Keadaan darurat merupakan suatu keadaan yang tidak direncanakan atau kecelakaan yang terjadi dan dapat membahayakan kesehatan, keselamatan  pekerja, masyarakat sekitar, dan berpotensi merusakan lingkungan kerja dan lingkungan sekitarnya. Situasi yang tidak direncanakan dan tidak diduga dalam urutan peristiwa yang terjadi melalui kombinasi dari penyebab yang mengakibatkan:

- Bahaya fisik (Cidera, sakit, atau penyakit) untuk seseorang. - Kerusakan properti.

- Hampir celaka.

- Kombinasi dari unsur diatas.

Identifikasi terjadinya hal ini mengacu pada:

- HIRADC ( Hazard Identification Risk Assessment and Determination Control ).

- Dokumen hukum atau persyaratan lainnya. - Kecelakaan, kejadian, dan situasi darurat.

Perusahaan menyediakan beberapa sarana bila kejadian darurat terjadi, yaitu: -  Emergency Response Team (ERT)

Suatu tim yang dibentuk, dilatih, dan diberi kewenangan untuk melakukan  pencegahan dan penanganan keadaan darurat serta pemulihannya. Seluruh

anggota ERT harus menjalani pemeriksaan kesehatan berkala oleh Dokter  perusahaan untuk memastikan bahwa setiap anggota ERT dapat  berpartisipasi dalam kegiatan ERT. Anggota ERT wajib melakukan

(26)

Pelatihan yang dimaksud ialah kebakaran, ledakan, bencana, tumpahan limbah B3.

 Emergency Response Team  bertanggung jawab dalam mengidentifikasi kebutuhan, memeriksa, mengevaluasi dan memelihara peralatan  perlindungan personil secara berkala agar alat tersebut dapat digunakan  pada saat keadaan darurat terjadi.

- Pusat Kontrol

Suatu tempat dimana informasi mengenai keadaan darurat diolah dan disebarluaskan kepihak-pihak yang berkepentingan dalam pencegahan,  penanganan, dan pemulihan keadaan darurat. Adapun lokasi pusat control

adalah di Pos Keamanan.

- Evakuasi

Suatu tindakan penyelamatan jiwa manusia dan barang-barang dengan memindahkannya dari kondisi area atau lingkungan yang bersifat mengancam ke area atau lingkungan yang lebih aman.

- Lokasi Titik Evakuasi (Tempat Berkumpul)

Suatu tempat tertentu dan terpilih yang dianggap aman terletak diluar gedung dan ditentukan sebagai area tempat tujuan penampungan sementara dalam tindakan evakuasi.

Setiap unit bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya keadaan darurat dengan selalu memperhatikan dan melaksanakan prosedur dan instruksi kerja dengan sebaik-baiknya.

Rencana Persiapan Tanggap Darurat adalah bertanggung jawab kepada komite OSH.

a. Komite OSH

1. Untuk memastikan bahwa rencana tanggap darurat kami adalah sesuai dengan prosedur darurat yang direkomendasikan.

(27)

2. Untuk meninjau rencana tahunan tanggap darurat dalam mengambil  pertimbangan potensi proses baru, bahan baku, bangunan baru, fasilitas  baru atau terkait lainnya di penyulingan dan pembuatan minyak goreng

sawit dan produk berbasis minyak nabati terkait.

3. Untuk membuat program pelatihan tahunan yang sesuai untuk semua individu.

4. Untuk membuat pelatihan tahunan dan memperhitungkan kekurangan dalam rencana tanggap darurat yang ada.

 b.  Asst Vice President I  (Administrasi)

1. Untuk memeriksa dan menyetujui persiapan tanggap darurat dan rencana tanggap darurat.

c. OSH Departement

1. Ketua Keamanan mewakili bagian OH&S, memberikan nasihat atau instruksi, memantau dan menindaklanjuti semua rencana tanggap darurat atau program yang ditetapkan oleh pemimpin Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

d. Kepala Department (HoD)

1. Memastikan tanggap darurat sudah sesuai dan ditempatkan di daerah yang berpotensi.

2. Merekomendasikan pelatihan persiapan tanggap darurat kepada karyawan.

3. Laporan kecelakaan/kejadi kepada komite Keselamatan, Kesehatan, dan Kerja.

e. Karyawan

1. Mengikuti persiapan tanggap darurat dan prosedur tanggap darurat. 2. Mengikuti intruksi dan jalur evakuasi.

Dalam keadaan darurat atau terjadi insiden di lokasi pabrik, Karyawan yang bekerja pada saat itu harus menghubungi nomor kontak darurat. Nomor kontak darurat ditempatkan secara strategis di seluruh area ataupun di area yang mempunyai potensi tinggi/risiko.

(28)

3.6.1. Alat Pelindung Diri (APD)

Alat pelindung diri diberikan kepada karyawan/tamu/pihak ketiga yang berada ditempat kerja. Pemeliharaan alat pelindung diri menjadi tanggun jawab user/pengguna. Apabila ditemukan karywan yang tidak memakai APD pada saat melakukan pekerjaan ditempat kerja maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di perusahaan. Karena pemakaian APD yang tidak disiplin merupakan salah satu bentuk tindakan berbahaya yang merupakan faktor penyebab kecelakaan yang  paling tinggi. Adapun jenis-jenis APD yang digunakan di PT. GHN adalah

sebagai berikut :

Tabel 3.8 Daftar Alat Pelindung Diri PT. Golden Hope Nusantara

 NO APD SPESIFIKASI

1 Sepatu/bot keselamatan

Mematuhi EN 345, ANSI Z41 atau standar internasional yang setara lainnya

Pelindung ujung jari dari baja

Alas tengah dari baja anti karat untuk perlindungan terhadap paku

Sistem cepat lepas

2 Bot karet

keselamatan Material : Karet

3

Bot untuk  petugas

 pemadam kebakaran

Pelindung ujung jari dari baja

Mematuhi EN 345 atau standar internasional yang setara lainnya

4 Sarung tangan katun

Mematuhi EN 420 atau AS/NZS 5812 atau standar internasional yang setara lainnya

(29)

kulit

Anti benda tajam atau runcing, kayu atau barang yang menghasilkan bahaya serupa

6 Sarung tangan kimia

Mematuhi EN 374 atau standar internasional lainnya

7 Sarung tangan las

Mematuhi EN 12477 atau standar internasional yang setara lainnya

8

Sarung tangan untuk

 pemadam kebakaran

Mematuhi EN 659 atau standar internasional yang setara lainnya

9

Helm

Keselamatan dan tali dagu

Mematuhu EN 397, ANSI Z89,1 , atau standar internasional yang setara lainnya

10

Helm untuk  petugas

 pemadam kebakaran

Mematuhi EN 443 atau standar internasional yang setara lainnya

11

Sumbat

telinga sekali  pakai

Mematuhi EN 352,2 atau standar internasional yang setara lainnya 12 Sumbat telinga yang dapat dipakai lagi

Mematuhi EN 352,2 atau standar internasional yang setara lainnya

(30)

terpasang  pada helm

14 Tutup Telinga Mematuhi EN 352,4 atau standar internasional yang setara lainnya

15 Kacamata Keselamatan

Mematuhi EN 166 atau ANSI Z89,1 atau standar internasional yang setara lainnya

16 Kacamata Kimia

Mematuhi ANSI Z87,1 atau standar internasional yang setara lainnya

Pas pada sebagian besar kacamata

17 Kacamata Las Mematuhi EN 169 atau standar internasional yang setara lainnya

18 Pelindung wajah kimia

Jendela polikarbonat untuk perlindungan terhadap  benturan

19 Pelindung wajah las

Mematuhi EN 169 atau standar internasional yang setara lainnya 20 Alat bantu  pernafasan dengan selang udara segar

Mematuhi EN 138 atau standar internasional yang setara lainnya

21 Masker penuh Mematuhi EN 136 atau standar internasional yang setara lainnya

22 Masker setengah

Mematuhi EN 140 atau standar internasional yang setara lainnya

23 Saringan

Gas dan uap organik dan anorganik :

(31)

setara lainnya

Pestisida, mematuhi EN 141 atau standar internasional yang setara lainnya

Asbestos, Pengecatan, Partikel : Mematuhi EN 143 atau standar internasional yang setara lainnya

24 Masker debu

Untuk partikel yang dihasilkan oleh mekanis atau  panas : Mematuhi EN 149 atau standar internasional

yang setara lainnya

25 Jas Hujan Karet atau karet campuran

26 Celemek kimia

Perlindungan terhadap percikan ketika bekerja dengan asam, zat yang dapat membakar kulit, dan  bahan kimia lainnya

27

Baju kerja kimia untuk  percikan

kimia ringan Material Tyrex atau setara

28 Jaket/Celemek las

Mematuhi EN 470-1 atau standar internasional yang setara lainnya 29 Pakaian  pelindung untuk petugas  pemadam

Mematuhi EN 469 atau standar internasional yang setara lainnya

30 Hamess

 penahan jatuh

Mematuhi EN 361 atau standar internasional yang setara lainnya

31

Tali

(32)

goncangan

32

Karabiner dengan sistem  pengunci

Mematuhi EN 362 atau standar internasional yang setara lainnya

3.7. Tata Letak Pabrik

Secara umum tata letak pada PT GHN Kotabaru terdiri dari kantor,  pabrik ( plant ), gudang, tank farm, Laboratorium, tempat penimbangan mobil tangki/container , dan saran penunjang produksi lainnya. Tata letak PT GHN dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 1.

3.8. Pengolahan Limbah Pabrik

PT. GHN Kotabaru sangat memperhatikan masalah limbah yang merupakan hasil sampingan dari proses produksi serta limbah yang berasal dari aktivitas perusahaan lainnya. Jenis limbah yang dihasilkan dari proses  produksi PT. GHN Kotabaru terdiri dari limbah padat dan limbah cair. Kedua jenis limbah ini diolah dengan cara yang berbeda sebelum dibuang ke lingkungan.

a. Limbah Padat

Limbah padat berupa spent earth, jerigen bekas, dan karung plastik dikumpulkan pada tempat yang telah disediakan untuk penanganan lebih lanjut. Pada proses produksi dihasilkan limbah berupa spent earth yang merupakan buangan dari niagara filter hasil proses bleaching . Spent earth memiliki kandungan minyak sekitar 19-25%. Limbah ini tidak ditangani langsung di PT GHN. Limbah ini dikirim dan diolah oleh pihak ketiga yaitu PT. Cindra Kasih.

 b. Limbah Cair

Pengolahan air limbah PT. Golden Hope Nusantara memiliki fasilitas waste water treatment plant . Sistem pengolahan yang diterapkan pada WWTP saat ini menggunakan sistem kimia, fisika, dan biologi. Air limbah yang dihasilkan dari proses produksi berkisar 8m3/jam atau setara dengan 1.928m3/hari - 200m3/hari. Proses berlangsung secara

(33)

kontinyu. Sistem yang diterapkan merupakan gabungan dari sistem DAF (dissolved air floatation) dan Clarifier   yaitu sistem yang  berfungsi untuk memisahkan minyak, lumpur, scum (buih) yang

terbawa dalam air limbah setelah melalui proses kimia fisika.

Berikut adalah bagian-bagian dari sistem Waste Water Treatment Process: a.  Fat Trap

 Fat trap  berfungsi sebagai tempat pemisah air dan minyak sebelum masuk ke proses WWTP, dari hasil pemisahan tersebut minyak akan dikumpulkan, kemudian air limbah akan diteruskan ke proses  berikutnya yaitu EQ( Equalizing Tank ).

 b. EQ ( Equalizing Tank )

EQ Tank berfungsi sebagai tempat untuk menghomogenkan air limbah, dan didalamnya terdapat sebuah mixer   yang beroperasi secara otomatis. Setelah air limbah homogen, air limbah akan dialirkan ke coagulation  dan floculation tank   dengan dua pompa yang berjalan secara otomatis. Kapasitas dari EQ tank 80m3.

c. Coagulation and Floculation

Coagulation and flocculation tank   berfungsi sebagai tempat  pengolahan dan pencampuran chemical yang dicampurkan ke dalam

air limbah, yaitu:

o Koagulan berfungsi sebagai pembentuk flok pada air limbah. o Kaustik Soda berfungsi untuk menaikkan pH air limbah.

o Polymer sebagai flokulan berfungsi sebagai membesarkan bentuk

flok pada air limbah.

Didalam tangki koagulan dan flokulan terdapat tiga buah mixer yang  berfungsi sebagai mempercepat proses pencampuran chemical kedalam air limbah. Setelah air limbah sudah tercampur dengan chemical maka akan diteruskan secara gravitasi ke DAF ( Dissolved Air Flotation) Tank .

(34)

diserap oleh absorben dan juga akan menyerap suspensi koloid (gum dan resin) serta hasil degradasi minyak misalnya peroksida. Daya pemucatan bleaching clay  disebabkan karena ion Al3+  pada permukaan partikel adsorben dapat mengadsorbsi partikel zat warna. Daya pemucatan tersebut tergantung perbandingan antara SiO2 dan Al2O3 dalam bleaching clay.

RBDPO ( Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil ) ialah CPO yang telah melalui proses degumming   menggunakan asam fosfat, bleaching   menggunakan bleaching earth, serta deodorizing   dengan memanfaatkan panas. Proses degumming   bertujuan mengikat impurities seperti getah dan logam. Kemudian dilakukan bleaching   untuk menghilangkan asam fosfat dan dilanjutkan dengan filtrasi. Hasil pada  proses ini disebut bleached palm oil  (BPO). Selanjutnya, dilakukan proses deodorizing   untuk menghilangkan  free fatty acid   (FFA), senyawa  penyebab bau, dan pigmen serta menurunkan warna. Hasil pada proses ini

disebut RBDPO (Hassan, Ani, & Syahrullail, 2016). Komposisi asam lemak RBDPO tidak jauh berbeda dengan CPO. Hanya saja, kandungan asam lemak bebas dalam RBDPO sudah diminimalkan. RBDPO mengandung banyak asam palmitat dan asam oleat, diikuti dengan asam stearat, linoleat, dan miristat. (O'Brien, 2004)

2.3.3. Deodorizing

 Deodorizing   adalah suatu tahap proses pemurnian minyak yang  bertujuan untuk menghilangkan bau dan rasa ( flavor ) yang tidak enak dalam minyak. Prinsip proses deodorisasi yaitu penyulingan minyak dengan uap panas dalam tekanan atmosfer atau keadaan vakum. Proses deodorisasi perlu dilakukan terhadap minyak yang digunakan untuk bahan  pangan. Beberapa jenis minyak yang baru di ekstrak mengandung flavour yang baik untuk tujuan bahan pangan, sehingga tidak memerlukan proses deodorisasi misalnya lemak susu, lemak coklat, dan minyak olive. Dalam  penggunaan minyak dan lemak diperusahaan pembuatan margarine

dibutuhkan minyak dan lemak yang tidak mempunyai rasa dan bau. Oleh karena itu perlu dilakukan penghilangan bau dan cita rasa yang ada. Proses deodorisasi dilakukan pada suhu tinggi (240-270ᴼC) dan kondisi

(35)

DAF tank  berfungsi sebagai pemisah air limbah menjadi lumpur berat, lumpur ringan, dan air bersih. Lumpur berat dan lumpur ringan akan diteruskan ke dalam Sludge Holding Tank , sedangkan air bersih akan diteruskan ke MBBR 1 (micro bed biofilm reactor ). Didalam  prosesnya DAF dibantu oleh DAC ( Dissolve Air Circulation) yang  berfungsi sebagai pembentuk butiran-butiran udara yang sangat halus,  butiran-butiran udara ini yang membantu sludge ringan untuk

mengapung dipermukaan sehingga akan disapu oleh scrapper . e. MBBR 1 dan MBBR 2 ( Micro Bed Biofilm Reactor )

MBBR berfungsi sebagai pengolahan biologi dari air limbah yang dapat menurunkan COD (Chemical Oxygen Demand ) dan BOD ( Biological Oxygen Demand ) secara signifikan. Didalam MBBR terdapat media yang berfungsi sebagai tempat tinggal bagi mikroba dan terdapat juga DO ( Dissolved Oxygen) sebagai supply oksigen bagi mikroba. Kapasitas tamping dari masing-masing MBBR adalah 250m3. f.  Activated Sludge Holding Tank

 Activated sludge tank   berfungsi sebagai pengolahan biologi dari air limbah dengan menggunakan lumpur aktif yang juga dapat menurunkan COD dan BOD secara signifikan. Didalam  Activated Sludge Holding Tank   tidak terdapat kaldness akan tetapi hanya terdapat DO yang berfungsi sebagai supply oksigen bagi bakteri. Kapasitas tampung dari Activated Sludge Holding Tank  adalah 400m3. Air limbah akan diteruskan menuju Clarifier  secaraover flow.

g. Clarifier

Clarifier   berfungsi sebagai tempat untuk menurunkan TSS (Total Suspended Solid ) dari air limbah. Kapasitas dari clarifier   adalah 162m3. Di dalamclarifier  terdapat scrapper  bagian atas yang berfungsi untuk menyapu lumpur ringan kemudian akan diteruskan ke dalam  scum tank   (tangki buih) dan bagian bawah berfungsi sebgaai penyapu lumpur yang masih berat akan diteruskan ke MBBR 1 atau ke Sludge  Holding Tank . Hasil air bersih dari proses clarifier   akan dikumpulkan

(36)

h.  Break Tank

 Break Tank   berfungsi sebagai tempat untuk penampungan air bersih dari hasil clarifier  dengan kapasitas 30m3.

i. Scum Tank

Scum Tank  berfungsi sebagai tempat penampungan lumpur ringan dari clarifier  yang akan diteruskan menuju MBBR 2.

 j. Carbon Filter

Carbon Filter   berfungsi sebagai filtrasi terakhir dari proses WWTP yang mana akan menurunkan TSS, menghilangkan bau, dan menjernihkan hasil akhir WWTP.

k. Sludge Holding Tank

Sludge Holding Tank   berfungsi sebagai tempat penampungan lumpur ringan dan lumpur berat dari sistem WWTP yang akan diteruskan lagi ke Filter Press.

l.  Filter Press

 Filter Press berfungsi sebagai pengolahan untuk lumpur hasil dari sisa  proses WWTP. Lumpur yang sudah di proses pada Filter Press  akan menjadi Cake Sludge ± 6 ton/bulan. Cake sludge yang sudah terbentuk dan ditampung didalam “bag ” (kantong) akan dikelola oleh pihak ketiga.

Sumber-sumber Air Limbah di PT. Golden Hope Nusantara 1.  Blowdown Boiler .

2. Tumpahan Produksi. 3. Pembersih Lantai. 4.  Air Cooling Tower .

5. Hasil Pencucian Alat-Alat Lab. 6. Air Pencucian Filter Leaf . 7. Limbah Hasil Produksi.

Karakteristik Air Limbah di PT. Golden Hope Nusantara

(37)

- COD <11000 mg/L - BOD <8000 mg/L -  pH 5-7

(38)

BAB IV

MANAJEMEN PABRIK

4.1. Visi dan Misi Perusahaan

Visi dan misi membantu perusahaan untuk selalu berupaya mencapai keberhasilan perusahaan didukung oleh kerja sama para karyawan.

4.1.1. Visi

Mitra anda dalam hasil berkelanjutan 4.1.2. Misi

a. Berkomitmen kepada pelanggan untuk menyediakan hasil yang  berkelanjutan, dapat dilacak, dan kelapa sawit berkualitas  berdasarkan produk makanan aman yang memenuhi atau melebihi kepuasan pelanggan melalui masyarakat, integrasi dengan hulu, serta penelitian dan pengembangan.

 b. Berusaha menghasilkan penghargaan finansial kepada pemegang saham dengan cara keunggulan operasional, standar kinerja tinggi, dan pengembangan berkelanjutan dengan Lean Six Sigma.

c. Kesuksesan kami berdasarkan karyawan. Kami memperlakukan satu sama lain dengan hormat dan mengharapkan setiap orang dapat memajukan rasa bertanggung jawab. Kami menerima secara kompetitif, giat, dan menjunjung tinggi integritas, menyediakan kesempatan yang setara untuk pengembangan dan kemajuan karyawan.

d. Kami berharap melalui pendekatan yang sungguh-sungguh, dan melaksanakan dialog, Kami akan sanggup untuk meningkatkan, mengubah, dan mewujudkan permintaan dan harapan dari  pemegang saham.

4.2. Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi PT. Golden Hope Nusantara secara garis besar terdapat pada gambar 4.1:

(39)

1. Kepala Departemen ( Head of Department )

Kepala Departemen bertanggung jawab terhadap karyawan,  pengembangan sumber daya dan manajemen sehari-hari dalam departemen masing-masing dan menyiapkan prosedur untuk mendukung seluruh kegiatan yang dilakukan oleh organisasi.

Tanggung Jawab Kepala Departemen ( Head of Department ):

 Untuk merencanakan dokumen dan menetapkan praktek kualitas

organisasi yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan  pelanggan standar industri dan persyaratan peraturan.

 Untuk merencanakan, menerapkan, dan mengelola keuangan,

infrastruktur, alur kerja, dan tenaga kerja sumber daya untuk departemen masing-masing.

 Untuk memberikan pelatihan, bimbingan, dan pembinaan kepada

anggota tim masing-masing departemen yang ditetapkan oleh organisasi.

(40)

 Mengkoordinasikan dan mengarahkan sistem pengendalian mutu

yang ditetapkan dalam organisasi untuk memastikan produksi  produk berkualitas sesuai dengan standar yang ditetapkan.

 Untuk memastikan implementasi ISO 9001, HACCP, OHSAS

18001, ISO 14001, RSPO, ISO 22000, KOSHER, dan HALAL  berjalan sesuai dengan instruksi.

 Untuk menanamkan budaya kualitas dan memimpin pelaksanaan

Sistem Manajemen Mutu berdasarkan Sistem Manajemen Mutu ISO dalam organisasi.

 Menjaga kualitas dan memperbarui dasar hukum perusahaan

 pada pelanggan, dan mematuhi persyaratan hukum dan peraturan internasional dalam kaitannya dengan spesifikasi produk, keamanan pangan, dan masalah kualitas.

 Memastikan manajemen yang efektif termasuk penyelidikan,

implementasi tindakan perbaikan, dan memberikan solusi terhadap ketidaksesuaian produk yang dihasilkan.

 Menjaga hubungan dekat dengan pembeli dan instansi

 pemerintahan seperti Majelis Ulama Indonesia, Lembaga Pengkaji Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika, Departemen Kehatan, dll;

 Untuk memberikan saran dan layanan teknis pada pertanyaan

yang timbul dari keluhan dan permintaan pelanggan.

 Untuk melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab yang

diberikan dan didelegasikan oleh Perusahaan.

Kewenangan Kepala Departemen ( Head of Department ):

 Berwenang untuk menghentikan operasi pabrik atau pengepakan

atau pengiriman jika operasi ditemukan menyimpang dari kondisi  proses yang telah ditetapkan atau prosedur operasi standar yang

dapat menyebabkan lepas-spesifikasi kualitas jangka panjang dan keamanan pangan atau peralatan/instrument pabrik dioperasikan

(41)

dalam kondisi tidak aman berdasarkan kesepakatan antara General Manajer dan Produksi.

 Berwenang untuk memberikan keputusan terhadap bahan baku,

 proses, atau barang jadi telah siap untuk dilakukan pengiriman  jika kualitas diluar batas kendali tapi masih dalam spesifikasi

kontrak.

 Berwenang untuk meningkatkaan Tindakan Perbaikan kepada

semua pihak jika operasi ditemukan menyimpang dari prosedur operasi standar, yang dapat menyebabkan masalah keamanan  pada kualitas produksi.

 Berwenang untuk mengunjungi dan berdiskusi dengan pelanggan

tentang masalah kualitas untuk perbaikan lebih lanjut pada kualitas produk dan jasa.

 Berwenang untuk mengeluarkan sertifikat analisis dan spesifikasi

 produk kepada pihak terkait untuk tujuan evaluasi bisnis masa depan.

Tanggung Jawab Non-terapan Kepala Departemen ( Head of  Department ):

Kesehatan, Keselamatan, & Lingkungan

 Untuk mengamati dan menerapkan prinsip kerja K3 (Keamanan,

Kesehatan, & Keselamatan Kerja) dan akan terus diperbarui dari waktu ke waktu yang berdasarkan UU No.1 tahun 1970, UU  No.21 tahun 2003, UU No. 13 tahun 2003, Peraturan Menteri

Tenaga Kerja RI No. PER-5/MEN/1996.

 Untuk menerapkan sikap kerja yang aman dan ramah lingkungan

sehat kepada jajaranya.

 Untuk memastikan bahwa jajarannya telah memahami prinsip

dasar keselamatan dan kesehatan kerja serta mengerti masalah lingkungan.

(42)

 Untuk melaporkan semua kecelakaan atau situasi potensial

kecelakaan ke Eksekutif HSE, setiap anggota dari tim manajemen & setiap anggota Komite keselamatan.

 Untuk membantu atau berpartisipasi dalam acara keamanan,

Kesehatan, Keselamatan lingkungan yang diselenggarakan oleh Badan/Lembaga yang didukung oleh perusahaan.

Kebijakan & Prosedur Kepala Departemen ( Head of Department ):

 Untuk mematuhi aturan dan peraturan PT. Golden Hope

 Nusantara/Minamas Plantation.

 Untuk membantu atau berpartisipasi dalam acara apapun yang

diselenggarakan oleh setiap Badan/Lembaga yang didukung oleh  perusahaan untuk mengangkat citra perusahaan.

2.  Executive

 Executive  bertanggung jawab untuk membantu Head of Department  untuk kepagaiwan, pengembangan sumber, dan manajemen sehari-hari departemen masing-masing pada perusahaan dan prosedur untuk mendukung seluruh kegiatan yang dilakukan oleh organisasi.

Tanggung Jawab Executive:

 Melaporkan langsung kepada Head of Department .

 Membantu HoD dalam administrasi umum departemen dan

 bertindak atas namanya dalam ketidakhadirannya.

 Pastikan menjalankan operasional departemen terkait dengan

 baik dan benar termasuk pembagian tugas kerja, pengaturan  pergeseran, dan perubahan jam kerja karyawan.

 Melacak dan memelihara catatan penolakan produk, proses

 penyimpanan, dan keluhan pelanggan dan menjamin pelaksanaan langkah-langkah yang diperlukan telah disetuju untuk menghindari mengulangi kesalahan yang sama.

(43)

 Mengkaji hasil dan menyetujui kualitas bahan baku yang masuk,

minyak saat proses, dan minyak hasil olahan telah berada dalam  batas kendali/spesifikasi.

 Untuk menyediakan umpan balik dan rekomendasi hasil

 pemeriksaan dan pengujian untuk personil pabrik dan memastikan pemisahan yang tepat dari produk berdasarkan pada kualitas secara tepat waktu.

 Implementasi ISO 9001, HACCP, OHSAS 18001, ISO 14001,

dan HALAL di departemen masing-masing dan memelihara catatan yang baik dan tepat dari semua kegiatan yang berkaitan dengan operasional Departemen.

 Memberikan pelatihan dan melakukan cross-check   kualifikasi

 pengujian dari waktu ke waktu pekerja baru dan yang sudah ada.

 Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Perusahaan.

Kewenangan Executive:

 Berwenang untuk memberikan keputusan apakah bahan baku,

dalam proses barang jadi siap untuk dikirim jika kualitas berada diluar batas kendali tapi masih dalam spesifikasi kontrak.

 Berwenang untuk menghentikan operasional pabrik, pengepakan

atau pengiriman jika operasi ditemukan penyimpang dari kondisi  proses diijinkan atau prosedur operasi standar yang dapat menyebabkan penyimpangan spesifikasi kualitas jangka panjang dan keamanan pangan atau pabrik dioperasikan dalam kondisi tidak aman, atas kesepakatan antara bagian produksi, QC, dan wakil presiden I.

 Berwenang untuk meningkatkan tindakkan perbaikan kepada

semua pihak jika operasi ditemukan menyimpang dari prosedur operasi standar, yang dapat menyebabkan kualitas dan masalah keamanan pada produk yang dihasilkan.

(44)

 Berwenang untuk mengeluarkan sertifikat analisis dan

spesifikasi produk kepada pihak terkait untuk tujuan evaluasi untuk bisnis masa depan.

Tanggung Jawab Non-terapan lainnya Executive: Kesehatan, Keselamatan, & Lingkungan

 Untuk mengamati dan menerapkan prinsip kerja K3 (Keamanan,

Kesehatan, & Keselamatan Kerja) dan akan terus diperbarui dari waktu ke waktu yang berdasarkan UU No.1 tahun 1970, UU  No.21 tahun 2003, UU No. 13 tahun 2003, Peraturan Menteri

Tenaga Kerja RI No. PER-5/MEN/1996.

 Untuk menerapkan sikap kerja yang aman dan ramah lingkungan

sehat kepada jajaranya.

 Untuk memastikan bahwa jajarannya mengerti prinsip dasar K3

dan menyadari masalah lingkungan.

 Untuk melaporkan semua kecelakaan atau situasi potensial

kecelakaan ke Eksekutif HSE, setiap anggota dari tim manajemen & setiap anggota Komite keselamatan.

 Untuk membantu atau berpartisipasi dalam acara keamanan,

Kesehatan, Keselamatan lingkungan yang diselenggarakan oleh Badan/Lembaga yang didukung oleh perusahaan.

3. Clerk

Clerk  bertanggung jawab untuk melakukkan tugas administrasi rutin,  pekerjaan administrasi umum dan memelihara sistem pengarsipan yang efektif untuk catatan masing-masing departemen dan mendukung seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Departemen.

Tanggung JawabClerk :

(45)

 Melakukan tugas administrasi, yang meliputi mengetik,

 pengarsipan, pengindeksan, memelihara catatan, menyiapkan agenda dan waktu untuk pertemuan departemen.

 Mengkompilasi data departemen yang diperlukan untuk laporan

 bulanan masing-masing Departemen

 Membantu HoD dan executive  untuk memperbarui catatan

manual dan prosedur di bawah pengawasan masing-masing departemen.

 Membantu HoD untuk memperbarui catatan kualitas yang

diperlukan untuk Rapat Manajemen, Rapat Koordinasi Mingguan, Bulanan, dan Rapat lainnya.

 Pekerjaan administrasi umum seperti mencatat, kompilasi, da nisi

formulir cuti tahunan, bentuk lembur, form cuti sakit, klaim mileage perwakilan departemen untuk HRD & Departemen Administrasi.

 Menjalani setiap tugas lain yang dilimpahkan oleh Perusahaan.

Kewenangan Clerk :

 Melakukan Internal Audit secara berkala ke seluruh departemen (

Khusus QA Clerk  )

 Berwenang untuk mempersiapkan sertifikat analisis untuk

 pertujuan tanda tangan HoD/ Executive.

 Berwenang untuk pengemasan dan mengirim sampel melalui pos

setempat atau kurir apabila diminta oleh pelanggan internal dan eksternal.

 Berwenang untuk kunci dalam Surat Perintah Kerja, LPR, dan

LPS dalam sistem SAP untuk persetujuan HoD. Tanggung Jawab Non-terapan lainnyaClerk :

(46)

 Untuk mengamati dan menerapkan prinsip kerja K3 (Keamanan,

Kesehatan, & Keselamatan Kerja) dan akan terus diperbarui dari waktu ke waktu yang berdasarkan UU No.1 tahun 1970, UU  No.21 tahun 2003, UU No. 13 tahun 2003, Peraturan Menteri

Tenaga Kerja RI No. PER-5/MEN/1996.

 Untuk menerapkan sikap kerja yang aman dan ramah lingkungan

sehat kepada jajaranya.

 Untuk memastikan bahwa jajarannya mengerti prinsip dasar K3

dan menyadari masalah lingkungan.

 Untuk melaporkan semua kecelakaan atau situasi potensial

kecelakaan ke sekretariat Komite Keselamatan, setiap anggota tim manajemen, setiap anggota Komite Keselamatan atau anggota dari Seksi Keamanan.

 Untuk membantu atau berpartisipasi dalam acara keamanan,

Kesehatan, Keselamatan lingkungan yang diselenggarakan oleh Badan/Lembaga yang didukung oleh perusahaan.

4. Operator

Operator bertanggung jawab untuk kegiatan rutin dan memastikan hasil waktu yang akurat. Dapat diandalkan dan mendukung seluruh kegiatan yang dilakukan oleh organisasi.

Tanggung Jawab Operator:

 Melaporkan langsung pekerjaan ke Executive.

 Pastikan semua data pengujian atau hasil dicatat dalam lembar

kerja yang ditentukan. Seluruh catatan harus dapat dibaca dan  permanen. Setiap kesalahan dalam pencatatan, perhitungan, dan sebagainya harus segera ditulis ulang dan ditandatangani oleh orang yang bertanggung jawab untuk perusahaan.

 Untuk segera menginformasikan pihak-pihak terkait pada setiap

(47)

 Memastikan kelancaran pekerjaan yang dikerjakan pada saat

HoD dan Executive tidak di tempat.

 Memastikan implementasi Sistem Manajemen Mutu yang

 berlaku dalam Perusahaan.

 Selalu siap menjalankan tugas lain yang dilimpahkan oleh

Perusahaan.

Kewenangan Operator:

 Menghentikan orang tanpa izin untuk memasuki area kerja.

Tanggung Jawab Non-terapan lainnya Operator: Kesehatan, Keselamatan, & Lingkungan

 Untuk mengamati dan menerapkan prinsip kerja K3 (Keamanan,

Kesehatan, & Keselamatan Kerja) dan akan terus diperbarui dari waktu ke waktu yang berdasarkan UU No.1 tahun 1970, UU  No.21 tahun 2003, UU No. 13 tahun 2003, Peraturan Menteri

Tenaga Kerja RI No. PER-5/MEN/1996.

 Untuk menerapkan sikap kerja yang aman dan ramah lingkungan

sehat kepada jajaranya.

 Untuk memastikan bahwa jajarannya mengerti prinsip dasar K3

dan menyadari masalah lingkungan.

 Untuk melaporkan semua kecelakaan atau situasi potensial

kecelakaan ke Eksekutif HSE, setiap anggota dari tim manajemen & setiap anggota Komite keselamatan.

 Untuk membantu atau berpartisipasi dalam acara keamanan,

Kesehatan, Keselamatan lingkungan yang diselenggarakan oleh Badan/Lembaga yang didukung oleh perusahaan.

5.  Attendant

(48)

Tanggung Jawab Attendant :

 Melaporkan pekerjaan kepada Operator.

 Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan instruksi atau yang telah

diatur oleh Executive termasuk inspeksi, mengecek, membersihkan, menjaga, dan sebagainya ketika diperlukan.

 Menerapkan secara efektif ISO 9001, HACCP, OHSAS 18001,

ISO 14001, RSPO, ISO 22000, KOSHER, dan HALAL di Perusahaan.

4.3. Sistem Kerja

Jumlah karyawan PT. Golden Hope Nusantara yang tercatat pada biro ketenagakerjaan per Juni 2018 adalah 110 orang. Berikut jumlah tenaga kerja yang tercatat:

a. Laki-laki : 91 orang

 b. Perempuan : 17 orang

c. Tenaga Kerja Asing : 3 orang

Jumlah : 110 orang

Tingkatan dari karyawan disesuaikan dengan pendidikan, pengalaman, dan masa kerja dari karyawan. Jenjang pendidikan yang ditempuh berdasarkan tingkat karyawan sebagai berikut:

a. Head of Department  : Minimal sarjana teknik kimia/mesin  b. Executive : Minimal sarjana muda

c. Clerk  : Minimal SMA

d. Operator : Minimal SMA atau sarjana muda

Berdasarkan waktu kerjanya, karyawan dapat dibedakan menjadi karyawan regular dan karyawan shift . Pembagian kerja secara shift   bertujuan untuk menjaga kelancaran pabrik agar dapat beroperasi secara 24 jam penuh.

(49)

Karyawan yang termasuk dalam jam kerja regular adalah pekerja yang tidak terlibat langsung dalam kegiatan produksi maupun  pengamatan pabrik, yaitu karyawan yang memiliki 5 hari kerja, dari senin sampai jumat. Karyawan regular ini adalah bagian Clerk ,  Executive, dan Head of Department . Jam kerja untuk karyawan regular

adalah:

a. Senin – jumat : 08.00 –  17.00  b. Jam Istirahat

- Senin - kamis : 11.00 –  12.00 - Jumat : 12.00 –  13.30 c. Sabtu – Minggu : Libur

2. Jam Kerja Shift

Jam kerja shift dilakukan dengan pengaturan jam kerja sebagai berikut: a. Shift Pagi : 07.00 –  15.00

 b. Shift Sore : 15.00 –  23.00 c. Shift Malam : 23.00 –  07.00 d. Long Shift I : 07.00 –  19.00 e. Long Shift II : 19.00 –  07.00

Karyawan ditugaskan longshift   selama 2 hari dalam 6 hari kerja. Setelah melakukan longshift , karyawan akan mendapatkan libur mingguan 1 hari.

4.4. Pengembangan SDM

Pengembangan Sumber Daya Manusia merupakan faktor kesukseskan suatu perusahaan berjalan baik itu dari segi keterampilan ataupun pribadi. Pengembangan SDM dilakukan utuk menggali dan mengembangkan potensi karyawan sehingga dapat memanfaatkan potensi yang ada. Oleh karena itu, PT. Golden Hope Nusantara melakukan proses pengembangan dengan memberikan pelatihan kepada seluruh karyawan. Berikut ini adalah rangkaian

Figure

Updating...

References

Related subjects :